Baca Juga: Usulan Percepatan Transformasi IAIN Kendari jadi UIN Diserahkan Pj Gubernur Sulawesi Tenggara

Ketiga, layanan hotel juga dinilai sangat memuaskan dengan skor 89,75 persen. Penilaian oleh jemaah ini sangat wajar karena jemaah disediakan hotel yang memenuhi standar baik dengan fasilitas hotel yang sangat memuaskan disertai layanan para pramuhotel yang prima, ramah, dan peduli akan kondisi dan kebutuhan jemaah haji.

Keempat, layanan petugas haji pun mendapat penilaian Sangat Memuaskan dengan skor 88,97 persen. Skor ini cukup pantas karena para petugas haji sudah melewati tahapan penting, dimana mereka telah mengikuti rekrutmen yang cukup ketat, memenuhi syarat administrasi, kemudian mengikuti tahapan tes secara kompetitif, bagi yang lulus dilatih untuk mampu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa asing dan bahasa Indonesia serta mampu memberikan pelayanan yang terbaik bagi para jemaah.

Khususnya masalah kekuatan dan kesehatan fisik petugas haji sangat didahulukan. Fokus perhatian utama tertuju pada jemaah haji lansia sesuai tagline "Haji Ramah Lansia". Para jemaah Lansia benar-benar dilayani secara prima tanpa mengenal lelah siang dan malam oleh para petugas haji.

Kelima, konsumsi non armuzna mendapat skor 88,75 persen. Skor ini dipandang logis karena para jemaah mendapatkan asupan makanan, buah-buahan, dan air minum yang lebih dari cukup. Di sana sini terdapat banyak makanan dan buah-buahan, sehingga terkadang para jemaah kesulitan untuk menghabiskan makanannya. Kesan bahwa berhaji sambil rekreasi dengan melihat kondisi yang seperti ini. Para jemaah tidak merasa kelaparan sedikitpun karena di setiap titik terdapat makanan yang membuat jemaah semakin nyaman untuk menjalankan ibadah haji.