"Hasil survei BPS ini sekaligus menjawab kekisruhan dan polemik yang under estimate terhadap pengelolaan haji di Indonesia tahun 2024. Meski di tengah Pansus bergulir, tidak menyurutkan semangat para jemaah haji untuk mengungkapkan apa yang dialaminya secara objektif kepada BPS karena mereka yang merasakan langsung pelayanan petugas di tanah suci," kata Rektor, Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag.
Baca Juga: Mahasiswa IAIN Kendari Raih Medali Perak dan Perunggu Cabor Dayung PON XXI Aceh 2024
"Hasilnya “amazing”, mereka memberikan penilaian yang secara totalitas dipandang sangat memuaskan. Namun tiba-tiba dibentuk Pansus tentang pelayanan haji. Padahal semestinya kita memberikan apresiasi yang setinggi-tinggi kepada Menteri Agama, seperti yang ditunjukan Kementerian Haji Kerajaan Saudi Arabia atas kinerja yang ditunjukan dengan mengelola haji disertai prestasi," tambahnya.
Diketahui pengelolaan haji tahun ini juga mengalami kemajuan perbaikan, dan prestasi, bila dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Lagi pula Pansus Haji ini hanya menyasar Menteri Agama. Publik bertanya mengapa Pansus hanya memanggil Menteri Agama, What’s Happen? What’s Wrong? Mestinya, untuk mendapatkan data dan informasi yang lebih berimbang, seharusnya Pansus memanggil kementerian terkait karena banyak kementerian yang terlibat dalam pengelolaan haji ini. Misalnya, kenapa Pansus Haji tidak memanggil pihak Kementerian Perhubungan dan Maskapai Garuda padahal mereka sering terjadi delay penerbangan hingga membuat para jemaah gusar dan galau, bahkan kasus kebakaran mesin pesawat Garuda yang ditumpangi para jemaah haji asal Gowa di Makassar harus ditelusuri lebih jauh," tuturnya.
