Zainal mengatakan kondisi tersebut membuat pasokan bahan bakar untuk reaktor di Serpong tidak dapat langsung dipenuhi dengan membeli dari negara lain.

“Sampai saat ini kami sampaikan bahwa info yang saya terima bahan bakar reaktor nuklir sudah habis dan kita tidak memproduksi bahan bakar nuklir. Bahan bakar nuklir untuk reaktor di Serpong itu tidak bisa serta-merta kita membeli dari negara lain karena itu hanya diproduksi oleh PT Inuki,” katanya.

Gedung PT Inuki Masih Memerlukan Dekontaminasi

Selain mengawasi keberadaan uranium, Bapeten masih memantau sejumlah fasilitas PT Inuki yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Zainal menyebut Gedung 10 dan Gedung 60 milik PT Inuki masih membutuhkan proses dekontaminasi. Menurutnya, penghentian kegiatan usaha tidak menghapus kewajiban terkait keselamatan dan keamanan fasilitas nuklir.