Di zaman Rasulullah, beliau membandingkan orang-orang mukmin yang melaksanakan salat dhuha dengan para mujahid yang berangkat bertempur ke medan perang dekat dengan tampat tinggal mereka. Para mujahid tersebut kembali dengan cepat membawa ghanimah (rampasan perang) dalam jumlah banyak beserta kemenangannya.
Hal ini adalah motivasi bagi para umatnya untuk mengerjakan amal ibadah serta usaha untuk bertawakkal kepada Allah SWT, karena manfaat dari tawakkal sangatlah besar.
Rasulullah bahkan menimbang bahwa keuntungan yang diperoleh oleh para pelaksana salat dhuha berjumlah lebih banyak dibanding dengan keuntungan yang diperoleh oleh para mujahid perang tersebut. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:
“Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!. Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya). Lalu Rasulullah saw bersabda; “Maukah kalian aku tunjukan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan)nya dan cepat kembalinya? Mereka menjawab: “Ya! Rasul berkata lagi: “Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan salat Dhuha, dialah yang paling dekat tujuannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya”
4. Mendapat Rumah di Surga
