Namun Hasto menyebutkan, dengan target sebesar 14 persen pada tahun 2024, kita masih harus menurunkan prevalensi sebesar 7,6 persen dalam waktu yang tersisa, yaitu 2023 dan 2024. Dengan mengacu pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, target ini tentu saja tidak akan mudah dicapai.
Baca Juga: BKKBN Sulawesi Tenggara Ungkap Kurangnya Akses Makanan Bergizi Jadi Penyebab Stunting
Keluarga menjadi tumpuan dalam penurunan stunting. Hasto mengemukakan, terdapat delapan fungsi keluarga dan upaya keluarga melakukan pencegahan stunting perlu dioptimalkan.
Selain itu, pengukuran berat badan dan tinggi badan anak sangat penting dilakukan dengan presisi yang baik, tepat dan benar oleh bidan dan tenaga terlatih, karena kualitas pengukuran dan penimbangan pada balita akan menentukan apakah balita tersebut stunting atau tidak.
Perhatian pemerintah daerah juga perlu dimaksimalkan seperti rumah layak huni dan asupan gizi protein hewani harus diperhatikan.
