KENDARI, TELISIK.ID - Meski tidak jarang wanita mendapati gairah seks yang menggebu saat haid, namun berhubungan badan saat menstruasi sangat berbahaya dan berisiko bagi kesehatan reproduksi.

Dilansir dari Kompas.com, sebenarnya, selalu ada risiko infeksi saat melakukan hubungan seks oral, anal, vaginal, atau segala bentuk kontak genital kulit-ke-kulit, termasuk selama menstruasi. Bahkan, tetap ada risiko kehamilan saat berhubungan seks selama menstruasi.

Ada dua jenis infeksi yang mungkin terjadi akibat aktivitas seksual, yakni infeksi menular seksual (IMS) dan masalah yang disebabkan oleh perubahan flora normal vagina, seperti infeksi jamur dan vaginosis bakteri.

Infeksi jamur dapat terjadi tanpa melakukan aktivitas seksual, tetapi seseorang memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi jamur karena perubahan hormonal selama menstruasi.

Hubungan seks vagina-penis juga dapat menyebarkan infeksi jamur yang menyebabkan kepala penis meradang. Kondisi ini disebut balanitis.