Akhirnya perlu digaris bawahi bahwa ada musibah yang merupakan kebaikan bagi manusia. Pemilik perahu yang dibocorkan Nabi Musa adalah orang-orang miskin, pembocoran tersebut padahal tidak menyenangkan para pemilik itu musibah bagi mereka.

Namun, pada hakikatnya tidak demikian: Adapun perahu itu (yang saya bocorkan) maka ia adalah milik orang-orang miskin yang bekerja di laut dan aku bertujuan memberi aib (membocorkan sehingga nampak tidak sempurna) karena di hadapan mereka ada raja (penguasa) yang mengambil perahu-perahu (yang baik) secara paksa (QS. Al-Kahfi: 79). Mudah-mudahan musibah yang dihadapi bangsa kita adalah jenis musibah ini.

Mengenai hikmah musibah ini, Nabi Muhammad memberi kabar gembira bagi kaum muslim. Dari Abu Sa'id Al-Khudri ra dan Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah sesuatu menimpa seorang muslim, baik berupa rasa letih, rasa sakit, gelisah, sedih, gangguan, gundah gulana, bahkan duri yang menusuknya (adalah ujian baginya), melainkan dengan hal itu Allah akan mengampuni dosa-dosanya." (HR. Muslim). (C)

Reporter: Irawati

Editor: Haerani Hambali