Pasangan AMAN berpelukan pada Ekspose Pembangunan Sultra. Foto: Ist/Dinas Kominfo Sultra

 

Padahal, dalam lima tahun sebelum pandemi COVID-19, pertumbuhan ekonomi di Sultra selalu berada di atas rata-rata nasional, dengan nilai di atas enam persen per tahun.

“Pandemi COVID-19 telah menghambat laju pertumbuhan semua lapangan usaha ekonomi Sulawesi Tenggara, kecuali sektor informasi dan komunikasi, sehingga hampir semua target pertumbuhan tidak tercapai,” kata Ali Mazi.

Kendati demikian, ekonomi Sultra pada Triwulan II tahun 2021 berangsur pulih sehingga dapat tumbuh sebesar 4,21 persen, lebih tinggi dibanding capaian Triwulan II tahun 2020 yang mengalami kontraksi sebesar 2,59 persen.

Menurutnya, dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha pengadaan listrik dan gas sebesar 16,75 persen, sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen ekspor barang dan jasa yang tumbuh sebesar 132,49 persen.