KENDARI, TELISIK.ID - Penolakan kedatangan 500 TKA China di Sultra oleh beberapa kelompok organisasi kemahasiswaan mendapat tanggapan dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor.
Menanggapi hal itu, Ketua GP Ansor, Rahmat Hidayat Pulungan mengatakan, mahasiswa sebagai kalangan terdidik haruslah bisa terbuka untuk berkolaborasi.
"Putra-putra terbaik dari Sultra itu harus juga sadar bahwa kesempatan itu tidak datang dua kali. Kalau mereka terlalu kuat menolak dan terus menerus seperti ini, orang akan berpikir, saya ngapain berinvestasi di Sultra?," ujarnya, Selasa (30/6/2020).
Katanya, Sultra diberi keberkahan luar biasa berupa Sumber Daya Alam (SDA) berlimpah terutama nikel. Dengan dibangunnya smelter terangnya, hal itu merupakan kesempatan bagus untuk peningkatan ekonomi masyarakat Sultra.
"Kesempatan ini kan harus dipakai sebaik-baiknya oleh masyarakat lokal. Jadi cara melihatnya yaitu smelter ini sebagai alat untuk memakmurkan masyarakat. Kemudian juga sebagai alat untuk mengembangkan masyarakat," terangnya.
