Pada tahun 2023 lalu, banyak rumah, sekolah dan lingkungan warga yang tertimpa pohon. Misalnya kasus pohon tumbang di SMP Negeri 1 Tikep, dimana ruang belajar dan laboratorium tertimpa pohon.
Baca Juga: Dua Wali Kota Menjabat, Warga Kota Kendari Masih Terendam Banjir
Kemudian, di Desa Marobea Desember 2023 lalu, rumah warga tertimpa pohon akibat tumbangnya pohon kumbou yang berada di sekitar rumah tersebut.
Karimin mengatakan, untuk pencegahan bencana tersebut, ia mengaku telah selalu mensosialisasikan ke masyarakat agar tidak memelihara pohon tinggi di sekitar rumah. Tetapi tak bisa dipungkiri, masih banyak pohon tinggi yang ada di sekitar rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat.
Untuk anggaran bencana, ia mengaku tak mempunyai anggaran khusus di DPA, tetapi bisa memakai biaya tak terduga (BTT), yang mana dana ini dipakai jika BPBD merasa sangat membutuhkan untuk mencegah terjadinya bencana alam.
