Sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang sebelumnya menghadiri pertemuan dengan para pejabat tinggi keamanan menjanjikan akan mencapai tujuan kampanye militer yakni pemulihan ketenangan dan keamanan bagi warga Israel.

Adapun seorang pejabat Hamas mengungkapkan dilansir Cnnindonesia.com, bahwa gencatan senjata ini akan saling menguntungkan dan terjadi serentak.

Setidaknya dalam 11 hari belakangan, serangan udara dan baku tembak terjadi antara tentara Israel dan kelompok militan bersenjata di Palestina. Peperangan itu mengakibatkan ratusan korban tewas dari warga sipil. 

Jumlah penduduk di Jalur Gaza, Palestina, yang tewas akibat serangan Tentara Israel hingga kini mencapai 232 orang, termasuk 65 di antaranya anak-anak. Sementara sedikitnya 1.900 orang terluka.

Otoritas Hamas menyebut areal luas yang kini penuh puing-puing bangunan tersebut membuat sekitar 120.000 orang mengungsi.