Yukki Hanafi, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Hukum, dan Komunikasi Kadin, menilai bahwa Munaslub tersebut penuh dengan kejanggalan.

“Sudah terang benderang pada Munaslub kemarin, ketua umumnya ada di tempat lain, tiba-tiba ada ketua umum dadakan,” ujarnya.

Ketua Umum Kadin Maluku Utara, M.A.S Latuconsina, menambahkan bahwa Munaslub ini lebih mirip gerakan kudeta terhadap kepemimpinan Arsjad Rasjid.

“Teman-teman yang hadir di sana tidak memenuhi kuorum, tidak sesuai dengan AD/ART yang tertuang dalam Keppres No 18 Tahun 2022,” tegas Latuconsina.

Menyusul situasi ini, publik dan para pemangku kepentingan Kadin menunggu langkah-langkah selanjutnya dari pemerintah dan lembaga terkait untuk menyelesaikan perselisihan ini secara adil. (C)