Bob menambahkan, laporan oknum yang mengatasnakaman masyarakat tersebut adalah salah alamat dan salah kaprah, sebab yang harusnya keberatan adalah pihak kampus dalam hal ini STIM LPI Makassar jika benar ijazah yang digunakan adalah palsu, dan sampai saat ini pihak kampus tidak pernah mengeluarkan statemen dan keberatan tentang ijazah tersebut.

“Justru pihak kampus mengakui bahwa Bapak Samahuddin adalah alumni. Sebagai bukti, saat reuni akbar beberapa bulan yang lalu Bapak Samahuddin diundang dan diberi kesempatan untuk menyampaikan beberapa hal di hadapan civitas akademika kampus dan ribuan mahasiswa,” jelasnya.

Bob yang juga menjabat bendahara umum KNPI Buton Tengah ini mengharapkan masyarakat cerdas membaca isu dan tidak terprovokasi karena hanya akan memecah belah konsentrasi pembangunan di kabupaten Buton Tengah.

Baca Juga: Sempat Dikeluarkan, Pasien Dengan Usus Menggantung Kembali Masuk RS Bahteramas

“Jika kita perhatikan jelas ada kepentingan di dalamnya bisa saja ini arahan politik dari oknum, sehingga kami mengimbau kepada masyarakat Buton Tengah untuk tidak mudah percaya dan terprovokasi pada informasi dan isu-isu yang tidak produktif yang hanya ingin membuat gaduh dan memecah belah persatuan dan kesatuan masyarakat Buton Tengah,” harapnya.