“Prestasi alumni yang tersebar di berbagai instansi pemerintah, rumah sakit, dan puskesmas di Sulawesi Tenggara menjadi bukti nyata dari kualitas pendidikan di kampus ini. Bahkan, beberapa kepala puskesmas di daerah merupakan alumni ITK Avicenna,” bebernya.

ITK Avicenna terus berinovasi dengan membuka program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program ini memungkinkan masyarakat yang telah bekerja di bidang kesehatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 tanpa harus memulai dari awal.

“Kami melihat potensi besar dari mereka yang memiliki pengalaman kerja. Melalui RPL, mereka dapat meningkatkan kualifikasi dan mengembangkan karir,” tambah Ansharullah.

Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan ITK Avicenna menjadi yang tertua dengan akreditasi unggul, sementara program studi Ilmu Gizi dan Farmasi juga telah meraih akreditasi baik. Program studi Kesehatan Masyarakat tetap menjadi yang paling diminati, dengan jumlah lulusan terbanyak pada wisuda kali ini.

ITK Avicenna, menurut Ansharullah, sangat menekankan pentingnya kompetensi lulusan. Seluruh mahasiswa diwajibkan mengikuti ujian kompetensi sebelum diwisuda, khususnya untuk program studi Kebidanan, Keperawatan, dan Farmasi.