Menurut Asmawa, menjadi seorang pemimpin tidak hanya bekerja di belakang meja saja, namun harus turun ke lapangan melihat kondisi masyarakat dan lingkungannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari, Nismawati menjelaskan, kategori penilaian tingkat kelurahan lebih sulit dibandingkan tingkat organisasi perangkat daerah (OPD). Penilaian tingkat OPD hanya meliputi kantor, sedangkan kelurahan hingga lingkungan di wilayahnya.
Menurut Nismawati, dari 17 kelurahan terkotor, hampir seluruhnya memiliki kantor yang kotor, kalaupun kantornya bersih, namun lingkungannya yang kotor.
Baca Juga: Warga Diharap Jaga Kebersihan di Kebun Raya Kota Kendari
"Yang terendah itu, memang kita dapati kantornya kotor, kita lihat pemukimannya, drainasenya, jalan, masyarakat membuang sampah di drainase. Memang kita harapkan partisipasi masyarakat dalam penanganan kebersihan ini," ungkapnya.
