“Sebelumnya memang mereka buat masalah kayak mencuri barangnya kita. Kita tidak melawan, tapi kita diam. Pas libur semester kita cerita belakangi, sampai ke mereka, tidak tau lewat mana. Akhirnya, mereka sama-sama pada jam istrahat pulang dari sekolah, sekitar jam dua siang, di situ mi mereka datang langsung memukul,” ungkap MAR, Selasa (16/1/2024).
Selain MAR, ada juga siswa lainnya yang menjadi korban perundingan. Namun kondisinya tidak separahnya.
“Ada juga beberapa tapi yang lainnya tidak seberapa,” tambahnya.
Sementara itu, orang tua korban, Abdul Wahab (46), saat ditemui mengaku akan mengarah ke Polresta Kendari untuk melaporkan kejadian tersebut.
Menurutnya, kejadian ini sudah termasuk tindakan kriminal sehingga harus pelaku harus mendapatkan efek jera dan tidak terulang lagi.
