"Ketimbang gawai, mengais ilmu pengetahuan melalui media cetak itu lebih baik, sebab kalau gawai banyak godaannya, seperti ada media sosialnya, game, dan lain-lain," tuturnya.

Baca Juga: Terjadi Lonjakan Pemudik di Jatim, Ini yang Dilakukan Pemerintah

Lanjutnya, untuk mengarahkan anak-anak serta kaum muda untuk lebih tertarik pada buku bacaan, maka ia mencoba menerapkan sebuah konsep Agroliterasi. Yang telah diperkenalkan Irsan dalam buku Agroliterasi, maupun Muhidin M Dahlan (penulis buku Tuhan Izinkan Aku Jadi Pelacur) dalam artikel singkatnya yang berjudul agroliterasi.

Konsep Agroliterasi itu, artinya mengintegrasikan literasi dan dunia tani dengan kata lain kita tidak hanya bertani saja, tetapi bertani dengan mencoba memanfaatkan pengetahuan (literasi).

"Ketika konsep ini berhasil atau cara bertani sukses, masyarakat pasti akan berpikir bahwa ternyata banyak manfaat dari membaca buku itu," tutupnya. (C)