JAKARTA, TELISIK.ID - Stasiun kereta Jatinegara di Jakarta Timur merupakan salah satu stasiun tua peninggalan kolonial Belanda. Stasiun ini mulai beroperasi pada tahun 1909 dan sejak dulu terkenal sebagai stasiun yang ramai. Ratusan kereta setiap harinya melintasi stasiun ini untuk jalur ke Bekasi, Bandung, dan kota maupun kabupaten lainnya di wilayah Jawa.  

Di balik keramaian itu, khususnya pada malam hari, tidak hanya terlihat aktivitas menaikkan dan menurunkan penumpang kereta. Ada aktivitas lain di sekitar Stasiun Jatinegara yang sangat menggoda kaum pria. Apalagi kalau bukan bisnis prostitusi yang dilakukan secara terbuka. Mulai dari wanita usia muda hingga tua, bahkan ada juga waria, mereka menawarkan diri di tepi jalan.

“Saya terpaksa kerja begini (sebagai pekerja seks komersial/PSK, red) untuk membayar kontrakan dan kebutuhan hidup lainnya,” kata Yanti (bukan nama sebenarnya) kepada Telisik.id pada Selasa (18/7/2023) malam.

Yanti yang berusia 42 tahun dengan satu anak, mengaku sebelumnya kerja di warung makan di daerah Cipinang Muara, Jakarta Timur. Dia memutuskan berhenti kerja di warung makan karena gaji yang diterima dianggapnya tidak cukup untuk membiayai kebutuhan hidupnya.  

“Hidup di kota besar seperti Jakarta ini harus memiliki penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan minimal sebulan. Meski anak sudah nikah, tapi saya juga pengen membantu biaya keluarga di kampung,” tutur wanita asal Cirebon, Jawa Barat ini.