Baca Juga: Kendari Undercover: Wanita Cantik dengan 4 Pelanggan Tetap, Semua Suami Orang
“Sejak suami meninggal serangan jantung sepulang dari bawa taksi, saya sempat putus asa karena tidak punya keterampilan untuk bekerja. Saat itu ekonomi sangat sulit sementara anak-anak butuh biaya dan mau tidak mau saya terpaksa kerja begini,” tutur wanita 38 tahun ini dan mengaku menjadi PSK sejak munculnya COVID-19 pada awal 2020.
Maya menuturkan, setiap hari berangkat dari kontrakannya di daerah Cakung selepas Isya kemudian mangkal di dekat Lapas Cipinang. Dia baru pulang ketika subuh sekitar pukul 05:00 WIB. “Ya, pulangnya setiap hari sekitar jam segitu (pukul 05:00 WIB, red), gimana dapat duitnya aja,” katanya. Maya mengaku membawa tamu ke penginapan dibanding ke tenda dekat rel kereta atau kontrakan.
Belum ada catatan yang pasti tentang sejak kapan awal kemunculan bisnis prostitusi di kawasan Stasiun Jatinegara. Tak jauh dari Stasiun Jatinegara, sebelumnya ada juga tempat prostitusi yang dikenal sebagai Gunung Antang. Lokasi ini berada di kawasan perlintasan rel kereta yang menghubungkan antara Stasiun Manggarai dan Stasiun Jatinegara. Namun, lokasi ini sudah ditertibkan dan beberapa bangunan yang sering digunakan untuk prostitusi telah dibongkar. (A)
Penulis: Mustaqim
