JAKARTA, TELISIK.ID - Jakarta sebagai ibu kota negara, setiap hari selama 24 jam tak pernah sepi dari aktivitas masyarakat yang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sentra-sentra bisnis dan layanan publik yang tersebar di berbagai wilayah kota ini pun selalu ramai oleh transaksi jual beli dan jasa layanan publik.
Salah satu wilayah itu adalah Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Mendengar atau membaca kalimat “Tanah Abang” di Jakarta, sebagian besar masyarakat akan mengatakan sebagai pusat penjualan pakaian dan sebagai daerah “hitam”.
“Ya, karena Tanah Abang dari dulu dikenal sebagai pusat berjualan pakaian dan tekstil. Bahkan kalau malam di daerah ini rawan kriminalitas. Setiap malam mudah dijumpai orang nongkrong sambil minum-minuman keras dan ditemani PSK,” ungkap Dede (bukan nama sebenarnya), pemilik warung kelontong di sekitar bongkaran Tanah Abang kepada Telisik.id, Jumat (21/7/2023) lalu.
Dede menuturkan, malam hari sekitar Maret 2023, seorang pria dibunuh oleh rekannya sendiri usai keduanya menenggak minuman keras di daerah itu. Namun, dia menilai kawasan Tanah Abang tidak lagi seseram dulu.
“Kalau sekarang boleh dibilang di daerah bongkaran Tanah Abang ini kriminalitas mulai berkurang karena hampir setiap malam ada patroli polisi,” tambahnya.
