“Saya sudah lebih 10 tahun jualan di sini dan saat itu sudah ada wanita seperti mereka itu (sambil menunjuk PSK yang sedang menunggu pelanggan, red) yang setiap malam mangkal. Jadi mulai kapan di Blok M ini ada yang mangkal seperti itu, saya gak tahu,” tutur Yanto, pedagang nasi goreng asal Jawa Timur yang setiap malam berjualan di Jalan Palatehan kepada Telisik.id, Sabtu (22/7/2023) malam lalu.

Pekerja seks komersial di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Foto: Mustaqim/Telisik

 

Ketika menyusuri Jalan Palatehan, Palatehan II, dan Sultan Hasanuddin, terlihat puluhan wanita yang rata-rata berusia sekitar 20 tahun hingga 35 tahun mengenakan pakaian seksi. Di antaranya ada yang memakai rok ketat di atas lutut dengan atasan tanktop, celana pendek ketat atasan tanktop, dan ada juga berpenampilan modis mengenakan celana panjang dengan atasan crop yang sedikit terbuka.  

Para PSK yang mangkal di lokasi itu sebagian ditemani oleh laki-laki yang juga menjadi germo sekaligus petugas keamanannya yang sewaktu-waktu sigap membawanya “kabur” jika ada razia. Mereka dilengkapi sepeda motor. Bahkan ada juga PSK yang ingin menunjukkan kelasnya dengan membawa mobil pribadi. Lalu ke mana mereka membawa pelanggan jika transaksi telah deal?

“Tergantung tamu. Mau di hotel atau penginapan biasa itu terserah. Kalau duitnya terbatas boleh juga di mobil,” jelas LA, wanita muda berusia 26 tahun dengan tiga anak yang mangkal di Jalan Sultan Hasanuddin.