Baca Juga: Mahasiswa Hilang di Gunung Popalia Ditemukan Jatuh di Jurang 85 Meter
“Selama ini kegiatan disitu tidak ada larangan. Mungkin ini kita harus atur. Dimasukkan dalam peraturan desa," ungkapnya.
Ia menjelaskan, bukit tersebut belum dijadikan lokasi objek wisata paten ataupun objek penelitian. Kawasan tersebut acapkali didatangi para traveler yang ingin refreshing atau mencari tantangan.
Sekarang ini zamannya sosial media. Masyarakat suka traveling, lalu diupload di media sosial. Makanya tempat ini sering dikunjungi warga, utamanya yang berasal dari Kota Kendari, karena paling dekat.
Baca Juga: Soal Rencana Pembangunan SUTET, DPRD Muna Bakal Minta Penjelasan PLN
