Al-Qur'an menggambarkan orang-orang bertakwa sebagai sosok yang mampu menahan amarah dan pemaaf, seperti yang ditegaskan Allah SWT dalam Surah Ali 'Imran ayat 134:
Artinya: “(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.” (QS Ali Imran: 134).
Ayat ini mengajarkan keutamaan memaafkan, sekaligus mengingatkan bahwa orang yang bersalah wajib bertanggung jawab memulihkan hubungan, bukan sekadar berharap kesalahannya dilupakan.
Meminta Maaf Harus Disertai Penyesalan
Permintaan maaf yang benar berakar dari pengakuan kesalahan yang tulus, tanpa perlu mencari-cari pembenaran atau menyalahkan orang lain.
