KENDARI, TELISIK.ID - Setiap orang pasti pernah merasakan sakit, baik sakit secara zahir maupun sakit secara batin. Itu bukti bahwa manusia adalah makhluk yang lemah, dan membutuhkan pertolongan orang lain.

Dikutip dari Republika.co.id, banyak orang mengeluh pada sakit yang dideritanya, baik itu ringan ataupun berat. Rasa sakit terkadang membuat sebagian orang menyerah dengan penyakitnya. Mereka mengeluh dan meminta belas kasihan dari orang lain seakan penyakitnya sudah paling berat dia rasakan. 

Perbuatan tersebut tidak dibenarkan dalam Islam. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Janganlah kamu mencaci maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan menghapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi.” (HR. Muslim)  

Dilansir dari Akurat.co, meski sakit adalah sebuah kepastian, masih ada saja manusia yang mengeluh ketika Allah datangkan rasa sakit. Ia meronta-ronta dan seakan tidak terima dengan keputusan yang Allah takdirkan. Sampai pada titik ekstrem, ia menyatakan bahwa Allah tidak adil dengan memberikan rasa sakit padanya.

Tentu saja, hal itu tidak dibolehkan dalam agama. Setiap apa yang Allah takdirkan bagi manusia pastilah memiliki hikmah. Tidak ada sesuatu pun yang Allah berikan bagi manusia, baik itu suatu yang membahagiakan ataupun membuat khawatir manusia, kecuali semua bernilai hikmah.