"Tapi kalau sudah tumpang tindih seperti ini terkesan mubazir. Sebab ada kalimat bahwa tunggu sampai tim verifikasi dari pusat memeriksa baru terserah warga. Apakah meterannya mau dilepas atau mau dipasang terus, itu terserah. Ini semacam ada yang lain menurut saya," bebernya.

Ia berharap, PDAM harus lebih baik lagi dalam merencanakan penyambungan air bersih. Sebab hal ini bukan hanya terjadi di Kelurahan Majapahit. Namun beberapa wilayah di Kecamatan Kadatua juga terjadi.

"Saya baca berita kalau ibu Kepala Desa Kaofe, Kadatua juga mengeluhkan hal serupa," pungkasnya.

Sebelumnya, Dirut PDAM Busel, Tamrin mengaku telah memutuskan jaringan air bersih melalui program tersebut di Kelurahan Majapahit. Pemutusan tersebut diduga kuat menyusul adanya keluhan dan penolakan warga setempat terkait dengan program tersebut. (B)

Reporter: Deni Djohan