KENDARI, TELISIK.ID - Tampak jelas perjuangan di wajah Mas Prii. Panas terik membuat wajahnya dipenuhi keringat. Dia terus berkeliling menjual siomainya tanpa tempat mangkal.
Mas Prii memulai kesibukan membuat olahan siomai pukul 4.00 Subuh hingga selesai pukul 6.00 Wita. Ia keluar rumah mulai keliling mencari tempat mangkal siomai dari sekolah ke sekolah, hingga mangkal sementara di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kendari, Jl. Pasaeno, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.
Setiap hari Mas Prii harus keliling berjualan dari tempat yang satu ke tempat yang lain, mencari pelanggan. Ia juga berusaha mencari tempat mangkal tetap, namun hingga saat ini belum juga mendapatkannya.
"Saya berjualan pindah-pindah Mba, nda ada tempat mangkal tetap. Sekarang saya berjualan di sini tapi kalau tiba teman saya penjual somai juga, saya harus pindah," tutur Mas Prii dengan nada pasrah.
Mas Prii berjualan siomai keliling sudah 3 bulan. Sebelumnya ia pernah bekerja di warung sari laut namun sering pulang tengah malam bahkan subuh, membuat ia berpikir untuk pindah haluan.
