Sementara itu, Fact Checker Tempo/CNN Indonesia, Zainal A Ishaq menyampaikan, secara umum, hoaks ada 2 jenis, pertama misinformasi yaitu informasi yang salah namun orang yang membagikannya percaya itu benar.

Baca Juga: KPU Mubar Berharap Kendala Signal di Pemilu 2019 Tidak Terulang

Kedua, disinformasi yaitu informasi yang salah dan orang yang membagikannya tau itu salah.

"Alasan di balik disinformasi ada beberapa, seperti jurnalisme yang lemah, buat lucu-lucuan dan sengaja membuat provokasi," ungkapnya.

Lanjut, ada pun dampak hoaks untuk pemilu atau pilkada itu sendiri bisa bepotensi menjadi konflik horizontal, black campaign dan delegitimasi penyelenggaraan pemilu. (A)