Alasan Bhima, bahwa Biden lebih mengedepankan hubungan ekonomi yang bersifat kompromis dibandingkan Trump yang terbukti akan meningkatkan eskalasi perdagangan dengan perang dagang dan kebijakan yang lebih proteksionis.
Selain itu, kata Bhima, situasi lain juga lebih menguntungkan dengan mendatangkan modal asing lewat investasi langsung khususnya dari sektor-sektor yang berbeda dari Trump.
Mulai dari, energi terbarukan, ekonomi digital, startup, infrastruktur, serta informasi dan teknologi.
Baca juga: Pemilu Amerika, Biden Dekati Kemenangan Raih 264 Suara Vs Trump 214 Suara
"Karena, biden banyak disokong oleh program-program yang berbasis sustainability, berwawasan lingkungan dan yang basisnya inovasi. Dibanding Donald Trump yang cenderung ekstraktif seperti migas dan pertambangan," jelas Bhima.
