Baca Juga: KPU Kolaka Utara Gelar Bimtek Pemutakhiran Data Pemilih, Sidalih dan E-Coklit untuk Pilkada tahun 2024

Muh. Bissabir menambahkan, saat ini Sulawesi Tenggara menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pengangguran usia muda, keterbatasan akses pendidikan berkualitas, hingga masalah lingkungan dan infrastruktur. Sehingga kehadiran calon kepala daerah yang mewakili milenial bukan hanya sebatas simbolis, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk menghadapi tantangan era digital dan globalisasi.

"Milenial dan Gen Z memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap teknologi dan perubahan. Mereka juga memiliki visi jangka panjang yang didasarkan pada pemahaman yang mendalam tentang dinamika sosial dan ekonomi saat ini. Inilah yang dibutuhkan Sulawesi Tenggara untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif," tambahnya.

Muh. Bissabir juga menekankan pentingnya partisipasi seluruh generasi milenial dan Gen Z. Jangan hanya menjadi pemilih yang cerdas, tetapi juga aktif dalam kampanye dan penyampaian aspirasi. Dengan demikian, suara kita akan lebih terdengar dan diperhitungkan dalam kebijakan-kebijakan daerah.

Baca Juga: Partisipasi Pemilih di Muna Capai 80 Persen