Belakangan, Koalisi Peduli Perempuan mengundurkan diri dari demonstrasi itu. “Kami mulai khawatir kok demonya jadi anti Cina?” keluh Wa Ode Deli Yusniati.

“Padahal persoalannya kan hanya penganiayaan majikan pada pekerjanya,” katanya.

Ironisnya, suami Yuliana, Syarif menelpon Kendari Ekspres keesokan harinya. Nadanya memelas.”Saya ini bukan orang Cina asli. Keluarga saya malah banyak dari Raha begitu pula istri saya. Lagian kami sudah bertahun-tahun tinggal di Kendari.”

Ia menambahkan, “Mohon….kalau istri saya bersalah, saya rela ia diproses secara hukum. Tapi tolong jangan tulis keturunan Cina di situ. Lagian, bukan salah saya kalau lahir dari keluarga keturunan Cina.”

Beberapa hari setelah kejadian tersebut diadakan pertemuan antara tokoh masyarakat Raha dan tokoh Tionghoa yang bergabung dalam organisasi bernama Bakom. Semua warga Tionghoa dianggap bersalah dalam kasus tersebut. Tokoh masyarakat Raha mendesak mereka minta maaf. Hasil kesepakatan itu dimuat Kendari Pos dalam berita berjudul “Bakom Akan Minta Maaf.”