Koordinator perwakilan Buton Tengah yang membawa kain tenun khas Buton Tengah, Kamusi mengatakan, ada beberapa kain yang dibawa dengan motif yang berbeda-beda. Salah satunya kain tenun motif gua dan laut yang menjadi ciri khas Buton Tengah.
“Motif gua dan laut memiliki filosofi tersendiri, ciri khas dari Buton Tengah yang dikenal sebagai negeri seribu gua dan laut, karena rata-rata di daerah Buton Tengah itu kebanyakan berada di wilayah pesisir,” ujar Kamusi.
Baca Juga: Rektor UHO Dilantik Sebagai Ketua Pengda Kagama Sulawesi Tenggara Periode ke-2
Kamusi menjelaskan, untuk pembuatan kain tenun Buton Tengah masih sangat tradisional dengan menggunakan alat gedogan. Untuk tingkat kesulitan dari kain Buton Tengah ini tergantung dari tingkat kerumitan motif itu sendiri, ada yang membutuhkan waktu 3-4 hari dan bahkan bisa sampai satu bulan.
Salah satu tujuan mengikuti pameran di gernas itu untuk mempromosikan kain tenun hingga go internasional, sebelumnya pihaknya telah mengikuti fashion show di Amerika untuk memamerkan kain tenun khas Buton Tengah.
