"Selama ini yang kita harapkan untuk datang dan membeli di situ, selain masyarakat dari luar, yang paling utama masyarakat Kota Lasusua, namun dengan banyaknya biaya di keluarkan untuk sampai di lokasi tersebut sehingga membuat mereka enggan untuk datang," kata Syamsu, Sabtu (22/8/2020).

Baca juga: Satu Anggota Meninggal karena COVID-19, DPRD Buton Rapid Massal

"Coba dipikir, kalau pengunjung mau ke sana dengan melewati gerbang By Pass belum makan mereka sudah mengeluarkan uang Rp 2000 untuk pengunjung yang menggunakan kendaraan roda dua dan Rp 10.000 bagi kendaraan roda empat," terangnya.

Lebih lanjut, Syamsu mengatakan, jika lokasi tersebut pernah dikontrak oleh pengusaha kuliner tapi mereka hanya bertahan enam bulan dan tidak bisa melanjutkan karena daya beli masyarakat yang rendah, tidak berbanding lurus dengan biaya yang mereka keluarkan untuk jualan di tempat tersebut.

"Sebenarnya ada yang beli, tetapi hanya orang-orang tertentu saja dan itu tidak memberikan keuntungan bagi pedagang," jelasnya.