“Masalah tiket mungkin tidak beda jauh, tapi soal kenyamanan dan keselamatan jelas berbeda. Apalagi kalau musim Timur, ombak di Wakatobi sangat besar,” ujar Dewa, Sabtu (25/1/2025).

Ia menambahkan, keputusan ini sudah final, meski memicu keluhan dan aksi protes, termasuk demonstrasi di atas kapal.

Secara teknis, Sabuk Nusantara 44 memiliki kapasitas GT 2090, sedangkan KM Latih Barombong hanya GT 500. Ukuran yang lebih kecil membuat KM Latih Barombong sulit memenuhi kebutuhan masyarakat, baik untuk penumpang maupun pengangkutan barang.

Marjani, salah satu warga Wakatobi, mengungkapkan kekecewaannya atas kebijakan ini.

Baca Juga: Lomba Joget Acara Sunatan di Wakatobi Perebutkan Hadiah Lemari