Salah satu kekhawatiran terbesar Wa Ode Rabia Al Adawiya adalah peristiwa di kapal penangkap ikan tersebut merupakan fenomena gunung es, jadi tidak hanya terjadi kepada awak Long Xin 605 dan Tian Yu yang kebetulan bisa meminta pertolongan di Busan, Korea Selatan tersebut.

"Posisi awak kapal lemah, apalagi kalau lokasi pekerjaannya di lautan. Aturan tinggal aturan, tergantung  perusahaan atau kapten kapal mau menjalankannya atau tidak. Jadi rentan diperlakukan tidak manusiawi," jelasnya.

Wa Ode Rabia Al Adawia berharap agar perlakuan terhadap tenaga kerja oleh perusahaan asing, baik di dalam dan di luar negeri dapat mengacu pada tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) agar hak-hak pekerja terlindungi dan daerah juga mendapat manfaat ekonomi, sosial dan budaya dalam jangka panjang.

"Indonesia memiliki potensi bonus demografi yang besar, artinya kita perlu menyiapkan akses rakyat kita ke dunia kerja seluas-luasnya. Pada sisi lain, mereka harus terlindungi agar dapat terus produktif dalam jangka panjang dan membawa know-how industri ke ekonomi kita," tutup senator termuda itu.

Reporter: Rahmat Tunny