KENDARI, TELISIK.ID - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kian bertambah. Sampai dengan Oktober 2021, jumlah kasus DBD di seluruh Kota Kendari mencapai 176 kasus, 3 diantaranya meninggal dunia.
Kenaikan kasus DBD membuat banyak masyarakat meminta pemerintah untuk melakukan penanganan dan pencegahan penularan DBD, salah satunya dengan melakukan pengasapan atau fogging.
Namun, hal ini ternyata bukan solusi untuk pencegahan kasus DBD. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, drg. Rahminingrum P., M. Kes, pencegahan kasus DBD hanya bisa dilakukan dengan penerapan gaya hidup bersih.
"Yang saya lihat, masyarakat itu kalau ada DBD atau supaya tidak terjadi DBD, mereka minta difogging. Padahal itu kan anggapan yang salah. Fogging itu polusi dosis tinggi dan memang bukan solusi. DBD hanya bisa dicegah kalau semua lingkungan kita itu bersih," katanya, Senin (15/11/2021).
Lebih lanjut, Rahminingrum mengatakan, fogging hanya bisa dilakukan jika di suatu lingkungan terindikasi atau dicurigai menjadi tempat penularan kasus DBD yang ditandai dengan adanya kasus DBD, serta angka bebas jentik yang rendah di sekitar lingkungan tersebut.
