MANGGARAI, TELISIK.ID - Kasus dugaan suap yang menyeret istri bupati Manggarai, Meldianty Hagur, sedang ditangani penyidik Polres Manggarai. Baru-baru ini, belasan orang turut diperiksa sebagai saksi dalam pengusutan kasus dugaan suap proyek APBD itu.
Belasan orang yang diperiksa itu masing-masing kontraktor Adrianus Fridus, perantara suap Rio Senta, orang dekat Bupati Manggarai, Wily Kengkeng dan Tomi Ngocung, Kadis PMD, staf Dekranasda, 6 orang karyawan Toko Monas dan istri Bupati Manggarai.
Namun di tengah intensnya pemeriksaan kasus dugaan suap itu, Polres Manggarai rupanya masih minim keterangan saksi dan bukti elektronik berupa CCTV.
Keterangan saksi yang dibutuhkan Polres Manggarai ialah keterangan yang dapat mendukung keterangan Adrianus Fridus terkait uang suap yang diberikannya kepada istri Bupati Manggarai. Sementara bukti elektronik yang dibutuhkan Polres Manggarai ialah bukti yang merekam aktivitas transaksi uang dan dugaan gratifikasi antara kontraktor Adrianus Fridus dan istri Bupati Manggarai.
Kasat Reskrim Polres Manggarai, Iptu Arviandre Maliki dalam keterangannya Rabu (12/10/2022) mengatakan, pihaknya telah meminta rekaman CCTV di rumah jabatan bupati dan Toko Monas. Namun sayangnya, kedua rumah yang menjadi tempat dugaan suap itu terjadi, tidak dipasang kamera CCTV.
