Harapannya, ketika 8 populasi kunci melakukan skrining kemudian ditemukan terkonfirmasi positif, setidaknya merek diberikan edukasi konseling agar mereka rutin minum obat. Jika konsumsi obatnya sudah rutin, kemungkinan untuk menularkan ke orang lain bisa lebih dikendalikan.
Baca Juga: Akademisi Konawe Utara Tepis Isu Miring PT Antam
Dia menambahkan, yang paling diutamakan adalah menyebarkan informasi terkait bagaimana untuk tidak masuk dalam kategori bererisiko.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Rahminingrum mengatakan, Dinkes tidak henti-hentinya memberikan edukasi baik kepada masyarakat yang masih bersih ataupun yang sudah terinfeksi dan keluarganya mengenai HIV-AIDS.
"Ada kecenderungan kenaikan dari tahun ke tahun untuk kasus HIV di Kota kendari dan yang memprihatinkan saat ini, kasusnya bergeser dari laki seks laki dan menjadi populasi yang terbesar," ujar Rahminingrum. (B)
