“Kasus kekerasan di Kota Kendari terus meningkat dan kami juga terbatas pada sumber daya manusia sehingga kami membentuk Satgas ini sebagai bentuk perpanjangan tangan dari DP3A,” jelas Haslita.

Upaya pemulihan korban kekerasan, terang Haslita, memerlukan berbagai layanan yang antara lain layanan medis, psikologis, bantuan hukum, dan layanan lainya yang bisa memulihkan kondisi korban.

“Ini sebenarnya harus menjadi perhatian khusus. Kita ingin lebih memperbanyak akses, salah satunya melalui camat di setiap kecamatan supaya pesan-pesan antikekerasan dapat tersampaikan dan tersosialisasi dengan baik,” ujar Haslita.

Dia pun berharap pelatihan yang diadakan DP3A bisa meminimalisasi kasus kekerasan yang terjadi pada anak dan perempuan. (C)

Penulis: Sarfia