Pj Wali Kota Kendari Muhammad Yusup komitmen mewujudkan zero kawasan kumuh. Foto: Ist.

Ada delapan item pembangunan dalam penataan kawasan kumuh di Puday-Lapulu. Delapan item itu yakni pembangunan waterfront dan jalan lingkungan sebesar Rp 44 miliar, tambatan perahu Rp 1,2 miliar, pembangunan drainase Rp 4,46 miliar, resapan biopori Rp 161,5 juta, instalasi air bersih Rp 1,12 miliar, Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) komunal Rp 815 juta, instalasi hidrant Rp 827 juta, dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebesar Rp 4,1 miliar.

Selain Lapulu-Puday, pengurangan luas kawasan kumuh di Kota Kendari juga didukung oleh suksesnya pemerintah melaksanakan penataan skala lingkungan seperti yang dijalankan di Kelurahan Rahandouna, Wowawanggu, Punggaloba, Watu-Watu dan Kelurahan Wua-Wua.

"Pengurangan luas kawasan kumuh ini juga didukung melalui implementasi program seperti di antaranya pengadaan air bersih, sanitasi dan penanganan jalan lingkungan dan drainase pada beberapa kelurahan itu," ungkap Yusup.

Rapat pembahasan penataan Kota Kendari menjadi zero dari kawasan kumuh. Foto: Ist.

 

Yusup mengatakan, masih memprioritaskan penanganan kawasan kumuh. Pihaknya berkomitmen untuk mewujudkan zero kawasan kumuh.