Oleh: Dr. M. Najib Husain

Dosen FISIP UHO

SALAH satu upaya calon pemimpin untuk dikenal oleh para calon pemilih adalah dengan melakukan kunjungan dan bertemu langsung dengan masyarakat, baik ke kantong-kantong suara basis sendiri dan utamanya basis lawan. Dalam istilah perjuangan Jokowi saat akan menjadi presiden di periode pertama adalah blusukan.

Blusukan diartikan sebagai “perjalanan ke tempat-tempat jauh”. Budaya blusukan sudah dikenal pada zaman raja-raja Jawa. Dalam lintasan sejarah raja Majapahit, Hayam Wuruk adalah pelopor perilaku blusukan ini. Bahkan untuk bertemu dengan para bupati dan adipatinya Hayam Wuruk rela melakukan perjalanan panjang dalam waktu berbulan-bulan hingga jauh ke Blambangan.

Meskipun blusukan sudah ada sejak dulu tetapi istilah blusukan baru “terkenal” sejak Joko Widodo menjabat sebagai Walikota Solo tahun 2005 dan menjadi semakin popular ketika Joko Widodo menjabat Presiden (2014-2019).