WAKATOBI, TELISIK.ID - Harga kedelai yang melambung membuat pedagang tempe dan tahu  terpaksa putar otak.

Para pedagang yang biasanya menjual tempe di Kabupaten Wakatobi, menyiasatinya dengan mengubah ukuran tempe agar produksi tetap berjalan dan bisa meraup keuntungan.

"Saya jual seperti  biasa. Hanya saja isinya dikurangi. Lain halnya dengan tahu saya jual agak mahal,'' ungkap La Unga, pedagang di Pasar Pagi Wangi-Wangi, Sabtu (26/2/2022).

Dirinya mengungkapkan bahwa memang pada dasarnya kedelai yang dibelinya sudah mahal sejak tahun 2020.

Baca Juga: Disperindang Wakatobi Sebut Pasokan Minyak Goreng Sulit Didapat Dari Distributor