"Nanti mereka yang isi sendiri namanya, kemudian disetor ke pusat, seolah-olah itu dukungan pemerintahan dan masyarakat. Padahal itu pembohongan," terangnya.
Baca Juga: Masuk Zona Hijau, Ternak di 15 Daerah Jawa Timur Bebas PMK
Tempat sama, salah satu warga, Suriani mengaku, trauma dengan pemerintahan La Ode Arusani yang dinilai terus menindas warga. Pasalnya, dirinya pernah diusir saat menjual di pelataran pantai Boti.
"Apa daya kami ini, hanya masyarakat biasa. Makanya kalau masih keluarga Arusani yang jadi bupati, kami tolak keras," ungkapnya.
Dirinya sempat membandingkan pembangunan di Buton Selatan dan Buton Tengah. Di mana pembangunan di Buton Tengah cukup terlihat baik. Bahkan rakyat menikmati langsung buah pembangunan itu.
