Untuk pembangunan TPST Pemkot Kendari menyediakan lahan seluas 1,6 hektare di dalam kawasan TPA Puuwatu. Untuk pembangunan ini pemkot mendapatkan dukungan anggaran dari Bank Dunia melalui fasilitasi Kemendagri.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari, Paminudin menjelaskan, saat ini produksi sampah warga setiap harinya diperkirakan sebanyak 270 ton perhari. Dari jumlah itu baru sebanyak 254,3 ton perhari atau 74,54 persen yang dikelola.

"Kalau mengacu pada target penanganan sampah nasional sebesar 80 persen, maka masih terdapat sekitar 5,57 persen tidak terkelola 15,6 ton yang belum terkelola," jelasnya.

Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah ( SUPD) II Bina Pembangunan Daerah (Bina Bangda) Kemendagri, Suprayitno menjelaskan, Program Peningkatan Penyediaan Layanan Lokal atau Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) memiliki banyak peminat. Mereka mencatat, di awal sekira 80 daerah mengusulkan, kemudian disaring menjadi 46 daerah dan terakhir tersisa 6 daerah termasuk Kendari.

"Kendari menjadi salah satu contoh karena kesiapan Kota Kendari, konon kabarnya 5 tahun, 6 tahun lalu, TPA di sini menjadi yang terbaik di Indonesia," jelasnya.