Menurut Nadiem, terdapat tantangan yang besar menyangkut kebahasaan terkait isi kampanye.
Untuk itu kata Nadiem, strategi Kemendikbud adalah mengubah pesan-pesan itu ke dalam bahasa yang paling dekat dengan masyarakat, yaitu bahasa daerah.
“Bahasa daerah sebagai bahasa ibu adalah sarana yang dapat mendekatkan pesan secara lebih emosional kepada penuturnya,” ujarnya di Jakarta, Rabu (2/12/2020).
Baca juga: Kapolri Perintahkan Kapolda Sulteng Berkantor di Poso Buru Kelompok MIT
Nadiem berharap dengan diterjemahkan ke dalam bahasa ibu, para pendengar tidak hanya merasa lebih dekat tapi juga memahami pesan pedoman tersebut serta tergerak untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
