Ia justru mempertanyakan dalih aparat keamanan menyebabkan gas air mata ke tribune penonton. “Pertanyaannya sekarang, kalau dalam 15 sampai 20 menit itu situasinya masih kondusif, apakah diperlukan gas air mata yang membuat semua penonton panik? Harus kalau tata kelola keamanan baik, tidak akan terjadi peristiwa memilukan seperti ini,” ujarnya.

“Jadi ini penting yang untuk meluruskan. Jangan sampai ada lagi yang bilang bahwa tindakan itu gara-gara suporter merangsek ke lapangan dan mengancam pemain, tidak begitu.”

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, tempat tragedi yang menewaskan 131 orang.

Jokowi mengatakan dia melihat tangga yang terlalu tajam dan pintu stadion yang terkunci menjadi masalah dalam tragedi Kanjuruhan. Ia pun mengatakan semua temuan di lapangan akan didalami Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF).

Baca Juga: Identitas Terdeteksi, Jumlah Korban Rusuh Kanjuruhan Bertambah