Oleh: Suryadi

Wakil Sekjen Lembaga Kebudayaan Nasional (LKN)

SEMUA ada dalam rencana-Nya, kecuali perilaku manusia yang merugikan sesamanya. Jenderal Pol Drs. Hoegeng Iman Santoso, alumni Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) angkatan pertama menjadi Kapolri ke-5 (1968-1971). Sementara bapak antropolgi Indonesia Prof. Koentjaraningrat di masa hidupnya sebagai antropolog mumpuni juga mengajar di PTIK jauh setelah Hoegeng lulus.

Jika setiap anggota Polri berkhikmat menjalani profesi seperti keduanya menjalani profesi masing-masing, mungkin pada acara Hari Bhayangkara 2023 di Stadion Utama Senayan, Jakarta (Sabtu, 1 Juli 2023), tak akan Presiden Jokowi memperingatkan, “….Tidak boleh ada lagi hubungan patron di internal institusi itu (Polri, pen). Transformasi juga diperlukan supaya kewenangan besar yang dimiliki Polri bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat.”

Koentjaraningrat menulis, di semua kebudayaan di dunia, baik dalam masyarakat pedesaan yang kecil terpencil sekalipun maupun masyarakat kekotaan yang besar dan kompleks, terdapat unsur-unsur universal kebudayaan, yakni sistem-sistem: religi dan upacara keagamaan, organisasi kemasyarakatan, selain juga bahasa dan kesenian, serta mata pencaharian, sistem teknologi dan peralatan (Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan 1984: 2).