Daerah Kebudayaan Jawa meliputi seluruh bagian tengah dan timur Pulau Jawa. Sungguhpun demikian, tulis Kodiran dalam Kebudayaan Jawa, ada daerah-daerah yang secara kolektif disebut daerah Kejawen. Sebelum terjadi perubahan seperti sekarang ini, daerah itu meliputi Banyumas, Kedu, Yogyakarta, Surakarta, Madiun, Malang, dan Kediri. Daerah di luar itu dinamakan Pesisir dan Ujung Timur.
Dua daerah bekas Kerajaan Mataram sebelum terpecah pada 1755, Yogyakarta dan Surakarta, merupakan pusat dari kebudayaan Jawa. Sudah barang tentu, di antara sekian banyak daerah tempat kediaman orang Jawa itu, terdapat berbagai variasi dan perbedaan-perbedaan yang bersifat lokal pada beberapa unsur kebudayaannya.
Misalnya, perbedaan mengenai berbagai istilah teknis, dialek bahasa, dan lain-lain. Namun, variasi-variasi ini tidak besar, sehingga apabila diteliti masih menunjukkan satu pola kebudayaan ataupun satu sistem kebudayaan Jawa (Koen, “Manusia dan Kebudayaan di Indonesia”,1999: 329).
Sederhana dan Berintegritas
Hoegeng tiga tahun lebih dulu lahir daripada Koentjaraningarat (Pak Koen). Hoegeng lahir di Pekalongan, 14 Oktober 1920. Ia meninggal di Jakarta 14 Juli 2004 atau tiga belas hari setelah Hari Bhayangkara 19 tahun silam. Pak Koen lahir di Sleman, Yogyakarta, 15 Juni 1923. Ia wafat 23 Maret 1999, lebih dulu lima tahun ketimbang Hoegeng
