Modal Kejujuran

Hoegeng dan Pak Koen, masing-masing adalah seorang polisi dan dosen. Mereka jujur, penuh integritas menjalani profesi. Bermodalkan kapasitas mumpuni dan kejujuran yang dipicu oleh keberanian dan teguh pada prinsip, terbangunlah integritas profesi.

Kalau bukan karena kapasitas, mustahil Pak Hoegeng jadi Kapolri dan Pak Koen menjadi Bapak Antropologi Indonesia yang amat dihormati di Tanah Air dan di berbagai negarai Asia, Australia, Eropa, Amerika.

Dengan kejujuran, Hoegeng berani menundukkan ke-Kapolri-annya sendiri. Ia turun langsung mengatur lalu-lintas atau persiapan upacara di kantornya. Ia tak memperkenankan sang istri menjadi Ketua Bhayangkari di saat para istri pejabat kala itu memimpin organisasi istri-istri di instansi suaminya.

Ia juga tak memerkenankan istrinya  berjalan di sampingnya saat ia mengenakan pakaian dinas. Kemana-mana menyetir sendiri. Dengan alasan bahwa yang Kapolri itu Hoegeng, anak-anaknya dilarang minta-minta tolong (apalagi menyuruh) bawahannya. Rumahnya tanpa gardu jaga, agar dapat selalu dekat dengan masyarakat.