Harus diakui, penulis memang merasakan prioritas Menteri Nadiem terhadap PAUD dan SD yang dianggap akan berdampak permanen jika dilakukan PJJ, memang benar adanya. Kebutuhan mereka untuk PTM jauh lebih tinggi.

Murid PAUD dan SD memang jauh lebih membutuhkan PTM dibandingkan usia yang sudah beranjak dewasa seperti SMP dan SMA. Anak-anak berkategori PAUD dan SD bagi penulis, dianggap membutuhkan pembelajaran tatap muka didasari oleh beberapa hal berikut ini.

Pertama, di masa-masa anak dengan kategori PAUD dan SD membutuhkan lebih banyak membangun jiwa sosial seperti belajar tenggang rasa, toleransi, kebersamaan dalam kehidupannya, sementara dengan sistem PJJ nilai-nilai ini hilang.

Nilai-nilai ini dapat dianggap sebagai atmosfer akademik, tentu PJJ tidak bisa melakukan hal ini, untuk lingkungan kampus saja atmosfer akademik berupa ruang diskusi maupun berdebat tidak terjadi dengan cara penerapan PJJ.  

Kedua, sistem PJJ dengan menggunakan aplikasi yang ada di handphone tidaklah ramah terhadap anak, keseriusan, ketekunan mereka mencerna dan merekam pembelajaran lebih rendah dibandingkan disampaikan oleh seorang guru di sekolah.