Termasuk tambah dia, juga dikarenakan faktor ekonomi keluarga. Sebab, untuk mencukupi gizi anak ini membutuhkan biaya tersendiri.

“Begitu pun juga dengan norma kebiasaan masyarakat. Misalnya larangan makan ikan karena takut akan cacingan dan sebagainya,” tambahnya.

Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah stunting ini dibutuhkan peran banyak pihak, termasuk harus adanya intervensi gizi yang dilakukan Pemda atau menjadi program Pemerintah Provinsi Gizi.

“Biasanya program provinsi gizi itu memberikan makanan tambahan gizi. Ini dilakukan biasanya selama 30 hari hingga 3 bulan ke depan berupa bantuan tambahan makanan. Baru nanti dilihat perkembangannya,” lanjutnya.

Selain itu, kata dia, upaya yang juga bisa dilakukan dalam pencegahan stunting ini adalah Pemda harus berinovasi seperti salah satunya membuat Rumah Cegah Stunting (RCS) di wilayahnya.